BKSN 2010

Rencana akan dilaksanakan setelah Hari Raya Idhul Fitri

Memperkenalkan Kitab Suci Sejak Usia Dini (Sosialisasi BKSN 2010)


BKSN = Bulan Kitab Suci Nasional

Bulan September ini kembali kita memasuki Bulan Kitab Suci nasional (BKSN), agenda tahunan yang diharapkan memberikan nuasa yang selalu baru dalam memahami Kitab Suci. Tahun ini, tema secara nasional adalah : memperkenalkan kitab Suci kepada anak sejak usia dini “. Thema ini benar-benar menggugah kesadaran kita bersama bahwa Kitab Suci memegang peranan sangat penting dalam kehidupan ini, dan melalui BKSN tahun ini, kita diingatkan kembali untuk memberikan pengajaran tentang Kitab Suci sejak usia.dini ( 5 tahun ).

Penjelasan mengenai pokok-pokok pikiran dalam pertemuan I – IV, yang dapat dijelaskan sbb:

Pertemuan I – Perkenalan dengan Shema

Shema adalah suatu tradisi dari oraqng tua Bangsa Israel dalam mengajarkan dan memperkenalkan Allah yang Esa, dan karya keselamatanNya kepada anak-anaknya. Pengajaran yang dilakukan tidak hanya sekali tapi secara terus menerus dan merupakan tanggungjawab dari orangtua (terutama Bapak-Bapaknya).

Materi yang didalami dari Kitab Ulangan 6 : 4-9. Dalam ayat tersebut terdapat inti ajaran yaitu : Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu ( Ul 6 : 5 ), Perintah ini oleh Yesus ditetapkan sebagai perintah yang utama ( bdk 22:37).Dalam ayat selanjutnya disebutkan bahwa sebagai orang tua diharuskan untuk mengajarkan hal / perintah yang utama itu kepada anak-anaknya ( ayat 7 ) dan dimanapun kita berada (dirumah, dalam perjalanan, sebelum tidur atau dalam setiap kesempatan berkumpul ).

Pertemuan II – Belajar Kitab Suci Sejak Kecil

Bahan dari pertemuan ke II adalah dari Surat Rasul Paulus kepada Timotius , 2 Tim 3 : 10 – 17. Judul perikop adalah Iman bertumbuh dalam penganiayaan dan pembacaan Kitab Suci.

Timotius adalah rekan sekerja Paulus dalam pewartaannya di Asia, Yunani dan Roma. Dalam suratnya tersebut Paulus meneguhkan timotius dan juga kita yang membacanya, bahwa dengan membaca Kitab Suci sejak kecil, akan dapat memberikan pegangan dan kekuatan dalam menghadapi penderitaan dalam karya pelayanan dan pewartaan , dan Paulus mengingatkan bahwa Kitab Suci beguna untuk memperbaiki kelakuan dan mengajar dalam kebenaran (bdk 2 Tim 3:16)

Pertemuan III – Mendidik Anak jadi Taat

Bahan bacaan dalam pertemuan ke III adalah efesus 6 : 1-4.

Dalam pertemuan ini kita diajak untuk menyadari bahwa taat kepada orangtua juga berarti taat kepada Kristus, Orangtua untuk selalu mengajarkan kepada anak-anaknya nasihat dan ajaran Tuhan ( dalam KS ). Seluruh dari Perikop ini mengutamakan Kasih sebagai suatu ikatan yang aktualisasinya adalah sikap saling menghormati, anak kepada orang tuanya, Bapak-bapak kepada anaknya, hamba kepada tuannya dan juga sebaliknya.

Pertemuan IV – Sayang Anak

Bahan bacaan yang dipilih dari Injil Markus 10 : 13 – 16

Berbicara tentang anak-anak kita akan memiliki beberapa pandangan, anak-anak adalah Pribadi yang sangat tergantung kepada orang lain, polos, jujur, rendah hati, taat, selalu nampak ceria dll. Sikap – sikap seperti anak-anak itulah yang dikehendaki Allah kepada kita.

Hal itu kalau kita baca dalam perikop-perikop selanjutnya akan sangat kontradiktif dengan sikap seorang dewasa yang terikat pada hartanya ( bdk Mrk 10:17-27), yang hitung-hitungan dalam melayani Tuhan ( bdk Mrk 10:28-31), yang dilanda kecemasan walau bersama Yesus (bdk Mrk 10 : 32-34), yang mau mendapatkan tempat utama setelah bersusah payah mengikuti Yesus (bdk mrk 10 : 35-45).

Selamat Melakukan Pendalaman Kitab Suci – Tuhan memberkati